Skip to main content

Botol susu yang di rebus berbahaya bagi kesehatan bayi…is it or is it not?


Di berita online, www.beritasatu.comsaya ada membaca  artikel mengenai botol susu yang berbahaya bagi kesehatan bayi kalau direbus. Lebih lengkapnya bisa dilihat di link ini: http://www.beritasatu.com/perempuan/75462-botol-susu-yang-direbus-bahayakan-kesehatan-bayi.html
Saya sih tidak akan menyatakan bahwa  informasi ini benar atau salah karena kalau hal ini dibahas ceritanya bisa panjang ntar.
Yang saya permasalahkan adalah tidak lengkapnya referensi di artikel tersebut darimana Pak Mustofa mendapatkan informasi ini. Apakah melalui hasil riset atau hanya sekedar informasi yang beredar di masyarakat umum. Hal ini penting supaya tidak muncul mitos-mitos yang menakutkan bagi masyarakat. Yang bisa saja sebenarnya tidak 100% seperti itu..
Saya sarankan ke para pembaca artikel tersebut, sebelum meng “amin” kan apa yang disampaikan oleh Pak Mustofa tersebut, silahkan ada melakukan research sendiri di om Google. Ketika aja  “Bisphenol A (BPA)”, jangan bisfanol ya karena itu versinya artikel tersebut J. Anda akan banyak menemukan informasi seputar Policarbonate dan Bhispenol, baik itu berbentuk jurnal penelitian ataupun pendapat-pendapat para ahli. Termasuk pengaruh kesehatan apabila masuk ke dalam tubuh.
Yang jelas bagi saya, hal itu sebenarnya tidak se “menakutkan” yang dibayangkan. Dengan syarat botol susu yang digunakan adalah dari perusahaan yang jelas dan ada pernyataan yang menyatakan botol susu itu aman untuk digunakan atau di-sterilisasi.
Yang perlu dihindari adalah botol susu yang tidak jelas asal muasalnya dan di dusnya tidak lengkap informasinya. Kalau yang ini jangan kan direbus, kena panas matahari pun bisa saja mengkontaminasi susu bayi anda.
Selamat mencari…

Comments

Popular posts from this blog

Adhesive Anchor Coating untuk Laminasi Extrusi

Pada artikel sebelumnya, saya menulis tentang penggunaan adhesive water-based di dry-lamination system. Sekarang saya ingin menyampaikan tentang penggunaan water-based di extrusion-lamination system. Sebenarnya tidak terlalu pas juga dibilang water-based karena pengunaan air sebagai pelarut hanya sedikit, paling banyak pelarut yang digunakan adalah Ethanol/Methanol/IPA. Di dunia coverting flexible packaging, penggunaan adhesive pada laminasi extrusi biasa digunakan pada resin PE. Hal ini dilakukan untuk memperkuat kekuatan bonding(daya rekat) antara film. Makanya suka disebut juga sebagai adhesive anchor coating, berfungsi layaknya “jangkar” yang memperkuat rekatan film. Di Indonesia umumnya jenis adhesive yang digunakan adalah solvent based, yang water based masih sedikit. Beberapa perusahaan yang saya kunjungi sudah menggunakan water-based tetapi jenis yang digunakan adalah “polyethylene imine”, dan jenis ini tidak terlalu bagus menghadapi kelembapan. Produk yang coba saya taw...

Belajar dari Kemasan si Kerupuk Kulit

Tahu kerupuk kulit kan? Makanan yang terbuat dari kulit sapi atau kerbau ini cukup sering kita temukan di warung-warung makan. Kalau orang padang menyebutnya “kerupuk jangek” atau di jawa disebutnya “rambak”. Umumnya kerupuk kulit ini dikemas dengan menggunakan plastik PE atau PP yang monolayer. Pemahaman yang ada, kemasan monolayer dianggap kurang bagus dalam memberikan proteksi terhadap isinya. Apakah memang begitu ? Mari kita belajar dari kemasan plastik kerupuk kulit yang saya temukan ketika belanja di salah satu hypermarket. Kemasan plastik kerupuk ini memiliki ukuran 35mmx17mm dengan berat +/-16 grm. Transparansinya yang cukup bening mengindikasikan bahwa jenis plastik ini adalah PP. Berhubung saya tidak memilki thickness gauge, saya mencoba mencari tahu thickness material secara theory saja. Dengan asumsi density 0.91, maka akan didapat thickness plastik adalah +/- 147 micron. Produk makanan seperti kerupuk rambak ini sangat sensitif terhada uap air. Karena ka...

Botol Aqua dengan QR Code

Beberapa waktu lalu ketika mampir ke salah satu toko hyper market, saya melihat botol air mineral merk Aqua kemasan 600ml dengan desain grafis yang lain dari biasanya. Setelah melihat lebih dekat, disitu tertulis  “40 tahun Aqua bersama untuk Indonesia. “Ooo..edisi khusus untuk perayaan 40 tahun Aqua ternyata..” kata saya dalam hati. Desain grafisnya dirancang oleh Renata Owen  (ada tertulis di desain label). Dari hasil rancangan Renata ini sepertinya ingin memunculkan kekayaan budaya Indonesia dengan menampilkan gambar wayang, orang membatik, dan motif-motif daerah lainnya. Yang membuat saya tertarik terhadap botol dengan desain baru ini adalah dengan dimunculkannya QR Code atau  Quick Response Code. Kode ini bekerja seperti barcode, hanya saja QR code lebih memiliki banyak fitur dan kapasitas penyimpanan kode yang lebih besar daripada barcode. Kode ini terdiri dari dot  berbentuk kotak dan berwarna hitam yang ditata dalam grid dengan dasar warna putih. ...