Skip to main content

Adhesive Anchor Coating untuk Laminasi Extrusi

Pada artikel sebelumnya, saya menulis tentang penggunaan adhesive water-based di dry-lamination system. Sekarang saya ingin menyampaikan tentang penggunaan water-based di extrusion-lamination system. Sebenarnya tidak terlalu pas juga dibilang water-based karena pengunaan air sebagai pelarut hanya sedikit, paling banyak pelarut yang digunakan adalah Ethanol/Methanol/IPA.
Di dunia coverting flexible packaging, penggunaan adhesive pada laminasi extrusi biasa digunakan pada resin PE. Hal ini dilakukan untuk memperkuat kekuatan bonding(daya rekat) antara film. Makanya suka disebut juga sebagai adhesive anchor coating, berfungsi layaknya “jangkar” yang memperkuat rekatan film.
Di Indonesia umumnya jenis adhesive yang digunakan adalah solvent based, yang water based masih sedikit. Beberapa perusahaan yang saya kunjungi sudah menggunakan water-based tetapi jenis yang digunakan adalah “polyethylene imine”, dan jenis ini tidak terlalu bagus menghadapi kelembapan.
Produk yang coba saya tawarkan ini adalah, adhesive anchor coating yang berbahan dasar “Polybutadien”, yang merupakan higher grade dari tipe “polyethylene imine”.
 Adapun kelebihan adhesive anchor coating dengan tipe “Polybutadien” ini adalah :
1.TAHAN TERHADAP KELEMBAPAN
Dibandingkan dengan produk sejenis yang berbahan dasar “imine”, adhesive ini sangat tahan terhadap kelembapan. Oleh karena itu adhesive ini bisa digunakan untuk kemasan vacuum bag yang di frozen dengan structure NY/PE/LLDPE. Atau;
Bisa juga digunakan untuk produk kemasan tissue basah yang memiliki komposisi PET/PE/AL/LLDPE.
 2.TIDAK PERLU AGING
Setelah proses extrusion-lamination sudah tidak diperlukan lagi proses aging, jadi bisa langsung dilakukan proses slitting. Ini bisa mempersingkat leadtime WIP dan juga mengurangi internal reject karena kualitas laminasi sudah diketahui pada saat turun mesin. Lebih kurang 20 menit setelah laminasi kekuatan bonding untuk material Nylon bisa mencapai diatas 2.0 (N/15mm)
 3.EKONOMIS
Secara total cost, biaya yang dikeluarkan sangat rendah/ekonomis. Hal ini dikarenakan coating weightnya sangat kecil. Asumsi coating weight basah adalah 1 gsm, maka akan didapat coating weight kering +/- 0.01 gsm. Sebuah solusi untuk perusahaan yang ingin melakukan margin improvement.
 4.TIDAK BAU, TIDAK BERBAHAYA dan RAMAH LINGKUNGAN
Dikarenakan produk ini tidak menggunakan solvent, maka tidak perlu khawatir akan adanya bau dari residu solvent yang tertinggal. Disamping itu juga tidak berbahaya bagi kesehatan operator dan ramah lingkungan.
 5.FLEKSIBLE DALAM HAL PEMILIHAN LARUTAN
Untuk melarutkan bisa menggunakan Ethanol, Methanol atau bahkan IPA sekalipun.
 6.TIDAK PERLU SETTING-AN KHUSUS UNTUK MESIN EXTRU
Adhesive ini tidak memerlukan settingan khusus pada mesin extru. Cukup gunakan cylinder coating 200 atau 300 LPI, set temperature T-Die 310-330C, temperature dry zone 85-90oC, speed 70-150m/menit. Ini settingan umum pada mesin extru.
Secara garis besar bisa disimpulkan bahwa produk adhesive anchor coating yang saya tawarkan ini sangat cocok untuk digunakan pada produk-produk kemasan makanan yang semakin menuntut kemasan yang murah, aman dan ramah lingkungan.

Comments

Popular posts from this blog

Belajar dari Kemasan si Kerupuk Kulit

Tahu kerupuk kulit kan? Makanan yang terbuat dari kulit sapi atau kerbau ini cukup sering kita temukan di warung-warung makan. Kalau orang padang menyebutnya “kerupuk jangek” atau di jawa disebutnya “rambak”. Umumnya kerupuk kulit ini dikemas dengan menggunakan plastik PE atau PP yang monolayer. Pemahaman yang ada, kemasan monolayer dianggap kurang bagus dalam memberikan proteksi terhadap isinya. Apakah memang begitu ? Mari kita belajar dari kemasan plastik kerupuk kulit yang saya temukan ketika belanja di salah satu hypermarket. Kemasan plastik kerupuk ini memiliki ukuran 35mmx17mm dengan berat +/-16 grm. Transparansinya yang cukup bening mengindikasikan bahwa jenis plastik ini adalah PP. Berhubung saya tidak memilki thickness gauge, saya mencoba mencari tahu thickness material secara theory saja. Dengan asumsi density 0.91, maka akan didapat thickness plastik adalah +/- 147 micron. Produk makanan seperti kerupuk rambak ini sangat sensitif terhada uap air. Karena ka...

Botol Aqua dengan QR Code

Beberapa waktu lalu ketika mampir ke salah satu toko hyper market, saya melihat botol air mineral merk Aqua kemasan 600ml dengan desain grafis yang lain dari biasanya. Setelah melihat lebih dekat, disitu tertulis  “40 tahun Aqua bersama untuk Indonesia. “Ooo..edisi khusus untuk perayaan 40 tahun Aqua ternyata..” kata saya dalam hati. Desain grafisnya dirancang oleh Renata Owen  (ada tertulis di desain label). Dari hasil rancangan Renata ini sepertinya ingin memunculkan kekayaan budaya Indonesia dengan menampilkan gambar wayang, orang membatik, dan motif-motif daerah lainnya. Yang membuat saya tertarik terhadap botol dengan desain baru ini adalah dengan dimunculkannya QR Code atau  Quick Response Code. Kode ini bekerja seperti barcode, hanya saja QR code lebih memiliki banyak fitur dan kapasitas penyimpanan kode yang lebih besar daripada barcode. Kode ini terdiri dari dot  berbentuk kotak dan berwarna hitam yang ditata dalam grid dengan dasar warna putih. ...