Skip to main content

GS1 dan Open Mobile Alliance bekerjasama mengembangkan sistem scanning barcode pintar untuk perangkat smartphone

GS1 dan OMA (Open Mobile Alliance) melakukan kerjasama untuk mengembangkan fitur di dalam barcode agar bisa digunakan di perangkat smartphone. Ini akan memudahkan bagi pengembang aplikasi untuk discan dan dihubungkan dengan halaman website.

“Data mobile tumbuh secara drastis dan barcode merupakan salah satu kunci bagi konsumen untuk mengakses data dan bagi para pemilik media untuk berinteraksi dengan pengguna data. Saat, industri sudah bekerja dalam ekosistem barcode tapi tersebar dengan sistem yang tidak standard. Hasil kerjasama ini akan memberikan inovasi dibidang mCommerce dan industri periklanan mobile, memungkinkan perusahaan untuk mengembangkan aplikasi dengan berbagai macam sistem operasi”, demikian komentar dari Bryan Sullivan, OMA Board of Directors Vice-chairman.

Catatan :
Berdasarkan data dari comScore. Sebuah perusahaan terkenal dibidang pengukuran data digital di dunia, lebih dari setengah pengguna smartphone di Amerika menggunakan perangkat mereka di tahun 2011 untuk melakukan penelitian produk ketika belanja di toko, 1 dari 5 orang melakukan scan barcode dan 1 dari 8 orang melakukan perbandingan harga.
Source : http://www.comscore.com/Insights/Press_Releases/2012/2/comScore_Releases_the_2012_Mobile_Future_in_Focus_Report  

“Penggunaan QR Code oleh pemilik smartphone di Eropa mengalami peningkatan dua kali lipat dibandingkan tahun lalu. Warga negara Jerman adalah yang paling antusias terhadap QR Code, sedangkan Spanyol merupakan yang paling cepat pertumbuhannya.
Source : http://www.comscore.com/Insights/Press_Releases/2012/9/QR_Code_Usage_Among_European_Smartphone_Owners_Doubles_Over_Past_Year

“Laporan Trend Mobile Barcode : Holiday Shopping Edition (U.S) : Satu juta lebih scan dilakukan tahun lalu; masyarakat melakukan scanning beberapa kali; Umur 25-44 tahun merupakan yang paling banyak melakukan scanning dengan komposisi 49%.”
Source : http://www.scanlife.com/en/trend-reports

Penelitian terakhir tentang penggunaan QR Code di masyarakat Amerika, Inggris, Jerman dan Perancis ditemukan bahwa masyarkat Amerika lah yang paling terbiasa menggunakan teknologi tersebut.
Source : http://www.emarketer.com/Article/US-Ahead-of-Western-Europe-QR-Code-Usage/1009631#6sCPMcDyRGeQTiqC.99

Source : GS1

Comments

Popular posts from this blog

Adhesive Anchor Coating untuk Laminasi Extrusi

Pada artikel sebelumnya, saya menulis tentang penggunaan adhesive water-based di dry-lamination system. Sekarang saya ingin menyampaikan tentang penggunaan water-based di extrusion-lamination system. Sebenarnya tidak terlalu pas juga dibilang water-based karena pengunaan air sebagai pelarut hanya sedikit, paling banyak pelarut yang digunakan adalah Ethanol/Methanol/IPA. Di dunia coverting flexible packaging, penggunaan adhesive pada laminasi extrusi biasa digunakan pada resin PE. Hal ini dilakukan untuk memperkuat kekuatan bonding(daya rekat) antara film. Makanya suka disebut juga sebagai adhesive anchor coating, berfungsi layaknya “jangkar” yang memperkuat rekatan film. Di Indonesia umumnya jenis adhesive yang digunakan adalah solvent based, yang water based masih sedikit. Beberapa perusahaan yang saya kunjungi sudah menggunakan water-based tetapi jenis yang digunakan adalah “polyethylene imine”, dan jenis ini tidak terlalu bagus menghadapi kelembapan. Produk yang coba saya taw...

Belajar dari Kemasan si Kerupuk Kulit

Tahu kerupuk kulit kan? Makanan yang terbuat dari kulit sapi atau kerbau ini cukup sering kita temukan di warung-warung makan. Kalau orang padang menyebutnya “kerupuk jangek” atau di jawa disebutnya “rambak”. Umumnya kerupuk kulit ini dikemas dengan menggunakan plastik PE atau PP yang monolayer. Pemahaman yang ada, kemasan monolayer dianggap kurang bagus dalam memberikan proteksi terhadap isinya. Apakah memang begitu ? Mari kita belajar dari kemasan plastik kerupuk kulit yang saya temukan ketika belanja di salah satu hypermarket. Kemasan plastik kerupuk ini memiliki ukuran 35mmx17mm dengan berat +/-16 grm. Transparansinya yang cukup bening mengindikasikan bahwa jenis plastik ini adalah PP. Berhubung saya tidak memilki thickness gauge, saya mencoba mencari tahu thickness material secara theory saja. Dengan asumsi density 0.91, maka akan didapat thickness plastik adalah +/- 147 micron. Produk makanan seperti kerupuk rambak ini sangat sensitif terhada uap air. Karena ka...

Karton Box, a.k.a. Kardus

Siapa yang tak kenal dengan karton box atau yang juga biasa disebut kardus ini. Saat dia ada kita suka membuangnya karena menuh-menuhin tempat aja. Tapi saat kita lagi butuh, kadang-kadang harus minta ke tetangga atau kalau perlu beli malah. Dia ada dimana-mana. Bahkan beberapa modern market shop menyediakan kardus bekas untuk menggantikan plastik supaya lebih “environmental friendly”.Tapi apakah kita sudah mengenal karton box itu seperti apa?.. Pada prinsipnya untuk mengidentifikasi apakah itu karton box atau bukan, bisa dilihat dari struktur lapisan kertasnya. Yaitu terdiri dari 3 lapisan. Lapisan dinding kertas bagian dalam, dinding kertas bagian luar dan “flute” atau kertas bergelombang untuk bagian tengahnya. Didalam aplikasi nya  lapisan  ini bisa lebih dari 3, tergantung fungsi dan tujuannya. Pada saat ini karton box boleh dikatakan sudah environmental friendly, karena sebagian sudah menggunakan pulp dari kardus bekas yang di daur ulang. Makanya kalau kita melewati pabr...