Skip to main content

Label Summit Indonesia 2013, Day 2

Bali – Hari ke-2 Label Summit di Bali dibagi dalam 5 sesi dan kemudian setelah acara ditutup, panitia sudah menyediakan aktivitas networking berupa fun games.

Sesi pertama diisi oleh Sri Yulianti yang membahas mengenai implementasi kemasan yang ramah lingkungan di Unilever sebagai bagian dari program sustainability. Infokemasan.com akan mengupas profil Manajer Penelitian dan Pengembangan Kemasan-BB Support dari Unilever ini di kolom packaging society.

Sesi kedua dilanjutkan oleh Ludi Gurnito, Project Manager Kemasan Makanan PT Heinz ABC, yang berbicara mengenai bagaimana mengembangkan kemasan yang menarik sebagai identitas sebuah merk.

Pada sesi ketiga diisi oleh Jackie Tan dengan judul “Developing unique label and structural packaging concept”. Beliau adalah desainer yang cukup terkenal di Singapura dan bahkan di Indonesia beberapa merk terkenal sudah merasakan buah kreativitasnya didalam merancang konsep kemasan yang unik. Selain menjabat sebagai Direktur Desain dari Orient Design, beliau juga merupakan anggota komite Packaging Council di Singapur.

Setelah istirahat makan siang, sesi dilanjutkan oleh Pete Holywell, CEO dari Supa Stik Labels dari Australia. Beliau memaparkan mengenai bagaimana menggunakan media online didalam mengembangkan bisnis perusahaan.

Sesi terakhir diisi oleh Yomie Harlin, Country Manager dari UPM Raflatac yang berkolaborasi dengan Rajesh Saxena sebagai perwakilan dari PT Pacific Medan untuk berbagi pengalaman tentang peralihan dari manual labelling ke roll labelling sebagai sebuah studi kasus.

Setelah semua sesi dilalui, acara pada hari kedua dan yang juga sebagai hari terakhir dari pelaksanaan Label Summit Indonesia, ditutup pukul 13:30 WITA.

Source : Infokemasan.com

Comments

Popular posts from this blog

Adhesive Anchor Coating untuk Laminasi Extrusi

Pada artikel sebelumnya, saya menulis tentang penggunaan adhesive water-based di dry-lamination system. Sekarang saya ingin menyampaikan tentang penggunaan water-based di extrusion-lamination system. Sebenarnya tidak terlalu pas juga dibilang water-based karena pengunaan air sebagai pelarut hanya sedikit, paling banyak pelarut yang digunakan adalah Ethanol/Methanol/IPA. Di dunia coverting flexible packaging, penggunaan adhesive pada laminasi extrusi biasa digunakan pada resin PE. Hal ini dilakukan untuk memperkuat kekuatan bonding(daya rekat) antara film. Makanya suka disebut juga sebagai adhesive anchor coating, berfungsi layaknya “jangkar” yang memperkuat rekatan film. Di Indonesia umumnya jenis adhesive yang digunakan adalah solvent based, yang water based masih sedikit. Beberapa perusahaan yang saya kunjungi sudah menggunakan water-based tetapi jenis yang digunakan adalah “polyethylene imine”, dan jenis ini tidak terlalu bagus menghadapi kelembapan. Produk yang coba saya taw...

Belajar dari Kemasan si Kerupuk Kulit

Tahu kerupuk kulit kan? Makanan yang terbuat dari kulit sapi atau kerbau ini cukup sering kita temukan di warung-warung makan. Kalau orang padang menyebutnya “kerupuk jangek” atau di jawa disebutnya “rambak”. Umumnya kerupuk kulit ini dikemas dengan menggunakan plastik PE atau PP yang monolayer. Pemahaman yang ada, kemasan monolayer dianggap kurang bagus dalam memberikan proteksi terhadap isinya. Apakah memang begitu ? Mari kita belajar dari kemasan plastik kerupuk kulit yang saya temukan ketika belanja di salah satu hypermarket. Kemasan plastik kerupuk ini memiliki ukuran 35mmx17mm dengan berat +/-16 grm. Transparansinya yang cukup bening mengindikasikan bahwa jenis plastik ini adalah PP. Berhubung saya tidak memilki thickness gauge, saya mencoba mencari tahu thickness material secara theory saja. Dengan asumsi density 0.91, maka akan didapat thickness plastik adalah +/- 147 micron. Produk makanan seperti kerupuk rambak ini sangat sensitif terhada uap air. Karena ka...

Botol Aqua dengan QR Code

Beberapa waktu lalu ketika mampir ke salah satu toko hyper market, saya melihat botol air mineral merk Aqua kemasan 600ml dengan desain grafis yang lain dari biasanya. Setelah melihat lebih dekat, disitu tertulis  “40 tahun Aqua bersama untuk Indonesia. “Ooo..edisi khusus untuk perayaan 40 tahun Aqua ternyata..” kata saya dalam hati. Desain grafisnya dirancang oleh Renata Owen  (ada tertulis di desain label). Dari hasil rancangan Renata ini sepertinya ingin memunculkan kekayaan budaya Indonesia dengan menampilkan gambar wayang, orang membatik, dan motif-motif daerah lainnya. Yang membuat saya tertarik terhadap botol dengan desain baru ini adalah dengan dimunculkannya QR Code atau  Quick Response Code. Kode ini bekerja seperti barcode, hanya saja QR code lebih memiliki banyak fitur dan kapasitas penyimpanan kode yang lebih besar daripada barcode. Kode ini terdiri dari dot  berbentuk kotak dan berwarna hitam yang ditata dalam grid dengan dasar warna putih. ...